Senin, 20 Februari 2017

Hirarki WAN, Perangkat WAN, Topologi WAN dari PT. Krakatau Steel
Guru          :
- Rudi Haryadi
M Dery Roy A
Pelajaran   : Rancangbangun
XI TKJ-A
Paraf          :

Pengertian WAN

WAN (Wide Area Network) adalah sebuah jaringan yang memiliki jangkauan yang luas, yang mencakup antar kota, propinsi, antar negara dan bahkan antar benua.

Hirarki WAN terdiri atas 3, yaitu :


a. Core Layer

Core layer memberikan struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam meneruskan traffic pada kecepatan yang sangat tinggi. Peralatan pada core layer jangan diberi beban dalam bentuk proses apapun yang dapat menganggu kecepatan switch paket data dalam kecepatan tinggi, seperti access-list checking, data encryption, address transation.

Device yang digunakan pada layer ini sebaiknya device yang mampu menerima data dalam jumlah besar dan dapat mengirim data dengan cepat. pada bagian inti terdapat interkoneksi utama atau akses utama dari network dan yang akan mengoptimalkan transport antar sites, bisa berupa perangkat Switch di Layer 2 atau Layer 3 yang tugas pokonya sebagai interkoneksi semua sumber daya. Contohnya 

perangakt Switch Layer 3 yang bertugas forward dan routing semua paket masuk dan keluar network, fungsi firewall dan sistem keamanan lainnya juga bisa di implementasikan di Hirarki Core ini. Tujuan lapisan inti adalah untuk mempercepat lalu lintas jaringan sebanyak mungkin.

Lapisan ini dianggap sebagai tulang punggung jaringan dan termasuk high-end switch dan kecepatan tinggi kabel seperti fiber optic. Selain itu, tidak ada manipulasi paket dilakukan dengan perangkat di lapisan ini. Sebaliknya, lapisan ini berkaitan dengan kecepatan dan memastikan pengiriman yang handal paket. Faktor yang harus dipertimbangkan saat merancang perangkat yang akan digunakan dalam lapisan inti adalah:

-          Tinggi kecepatan transfer data: Kecepatan adalah penting pada lapisan inti. Salah satu cara bahwa jaringan inti memungkinkan tingginya tingkat transfer data adalah melalui berbagi beban, di mana lalu lintas dapat melakukan perjalanan melalui beberapa koneksi jaringan.

-          Periode latency rendah: Lapisan inti biasanya menggunakan kecepatan tinggi sirkuit latency rendah yang hanya paket ke depan dan tidak menegakkan kebijakan.

-          Keandalan yang tinggi: Beberapa jalur data memastikan toleransi kesalahan jaringan tinggi, jika satu jalur mengalami masalah, maka perangkat dapat dengan cepat menemukan

Beberapa Device yang termasuk core layer :

Cisco switches seperti seri 7000, 7200, 7500, and 12000 (untuk digunakan pada WAN)
Catalyst switches seperti seri 6000, 5000, and 4000 (untuk digunakan pada LAN)
T-1 and E-1 lines, Frame relay connections, ATM networks, Switched
Multimegabit Data Service (SMDS)
Cisco Carrier Routing System
Cisco ASR 9000 Series Aggregation Services Routers Cisco ASR 1000 Series Aggregation Services Routers
Cisco XR 12000 Series Router Cisco 7600 Series Routers
B. Distribution Layer

Distribution layer terletak diantara access layer dan core layer dan membantu membedakan core jaringan inti dengan jaringan-jaringan yang lain. Tujuannya untuk memberikan batasan definisi dalam daftar akses dan filter lainnya untuk menuju ke jaringan inti. Maka dari itu, layer ini mendefinisikan aturan-aturan untuk jaringan, seperti routing updates, route summaries, VLAN traffic, dan address aggregation.

Device yang digunakan pada layer ini sebaiknya device yang mampu menetapkan policy terhadap jaringan dan mampu melakukan peyaringan/filter paket dan bertindak sebagai firewall. Router bisa ditempatkan pada distribusi layer ini. di bagian distribusi akan ditugaskan untuk mendistribusikan semua pengaturan di hirarki Core ke Access dan yang akan membuat kebijakan koneksi. Distribusi lebih ditekankan untuk mempermudah pengaturan dan menyebarkan resource yang ada di network sesuai dengan aturan yang telah dibuat. Peralatan pada hirarki ini biasanya berupa 

Switching di layer 2. Fungsi dasar lapisan distribusi routing, filtering dan akses WAN dan mengetahui metode yang dapat mengakses paket inti.

Lapisan distribusi atau bisa disebut lapisan workgroup bertanggung jawab untuk routing. Ini juga menyediakan konektivitas jaringan berbasis kebijakan, termasuk:

-          Packet filtering (firewall): Proses paket dan mengatur pengiriman paket berdasarkan sumber dan informasi tujuan untuk menciptakan batas-batas jaringan.

-          QoS: router atau layer 3 switch dapat membaca paket dan memprioritaskan pengiriman, berdasarkan kebijakan yang ditetapkan.

-          Access Point Agregasi Layer: lapisan melayani titik agregasi untuk switch lapisan desktop.

-          Kontrol Broadcast dan Multicast: lapisan ini berfungsi sebagai batas untuk domain broadcast dan multicast.

-          Application Gateways: layer ini memungkinkan Anda untuk membuat gateway protokol ke dan dari arsitektur jaringan yang berbeda.


Beberapa Device yang termasuk distribute layer :

∙ Cisco ASR 1000 Series Aggregation Services Routers ∙ Cisco Catalyst 6500 Series Switches


C. Access Layer

Access layer menyuplai trafik ke jaringan dan melakukan network entry control. Para pengguna mengakses jaringan melalui access layer. Access layer berlaku layaknya “pintu masuk” menuju sebuah jaringan. Access layer juga dapat melakukan daftar akses yang didesain untuk mencegah pengguna tak sah untuk dapat masuk. Access layer juga dapat memberi akses situs jarak jauh kepada jaringan melalui teknologi wide-area, seperti frame relay, ISDN, atau leased lines.

Layer ini merupakan layer yang terdekat dengan user. Sebaiknya device yang terpasang dapat berfungsi menghubungkan antar host dan dapat mengatur collision domain. Di bagian inilah semua perangkat disebarkan dan di interkoneksikan ke semua end point sumber daya yang ada misalnya terminal user dan sebagainya. Peralatannya bisa berupa router layer 3 atau switch layer 2. User dan workgroup akses ke jaringan dan sumber daya didefinisikan pada lapisan akses dan lapisan ini juga dikenal sebagai lapisan desktop.

Interface Access Layer dengan perangkat akhir, seperti PC, printer, dan telepon IP, untuk menyediakan akses ke seluruh jaringan. Access Layer dapat termasuk router, switch, bridge, hub, dan Acess Point nirkabel (AP). Tujuan utama dari Access Layer adalah untuk menyediakan sarana untuk menghubungkan perangkat ke jaringan dan mengendalikan perangkat yang diizinkan untuk berkomunikasi pada jaringan.


Beberapa Device yang termasuk Access layer :

Cisco 3900 Series Integrated Services Routers
Cisco 2900 Series Integrated Services Routers Cisco 1900 Series Integrated Services Routers
Cisco 800 Series Routers
Linksys by Cisco WRT54GL SoHo Router


Media Pembentuk WAN

1. Media Berdasarkan Kapasitas

a) E1(E-carrier)

E1(E-carrier) atau sirkuit E-1 (Inggris: E-carrier) adalah nama format transmisi digital dengan 30 kanal suara digital berkecepatan 2,048 megabit per detik. E1 merupakan standar yang dipakai di Eropa dan Indonesia. Standar E1 ini ekivalen dengan standar T1 yang dipakai di Amerika, dengan perbedaan T1 menggunakan 24 kanal suara digital dengan kecepatan 1,554 megabit per detik. b).T-1(T-carrier)

T-1(T-carrier) adalah perangkat keras spesifikasi untuk telekomunikasi trunking . Sebuah batang adalah tunggal transmisi saluran antara dua titik pada jaringan: setiap titik adalah baik switching center atau simpul (seperti telepon ).

Awalnya, T-1 batang digunakan hanya untuk menghubungkan utama pertukaran telepon , via sama twisted pair kawat tembaga bahwa batang analog digunakan. Satu pasang mengirimkan, satu menerima pasangan. Jika bursa terlalu jauh, sebuah repeater meningkatkan sinyal.

Sebelum digital T-1 sistem, gelombang pembawa sistem seperti sistem pembawa 12-channel bekerja dengan division multiplexing frekuensi ; setiap panggilan adalah sinyal analog . Sebuah batang T-1 bisa mengirimkan 24 panggilan telepon pada suatu waktu, karena menggunaka
digital sinyal pembawa yang disebut Digital Signal 1 (DS-1). [1] DS-1 adalah protokol komunikasi untuk multiplexing yang bitstreams hingga 24 panggilan telepon, bersama dengan dua khusus bit : sedikit framing (untuk sinkronisasi frame ) dan sedikit-sinyalpemeliharaan. Maksimum T-1 transmisi data rate 1,544 megabit per detik.


2.Media Berdasarkan Proses Pengiriman Data


1.      PPP ( Point-to-Point protocol )

Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous. PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN , adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur kunci dari PPP protocol ini:

1.      PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
2. PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3.Tidak ada batas transmission rate
4. Keseimbangan load melalui multi-link
5. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya.
6. PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
7. PPP      protocol           mendukung     authentication kedua  jenis     clear    text      PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)
8. NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.



1.      FRAME RELAY

Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini, frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
Frame-relay dirancang untuk menghilangkan overhead yang ada pada X.25. Perbedaan utama antara frame-relay dan X.25 adalah:

· Pensinyalan kontrol panggilan bahwa pada koneksi logik yang terpisah dari data pemakai. Simpul-simpul (node) perantara tidak perlu mempertahankan tabel-tabel status.
· Koneksi logik untuk multiplexing dan switching dilakukan pada lapisan 2 sebagai pengganti lapisan 3, berarti menghilangkan satu lapisan pengolahan secara keseluruhan.
· Tidak terdapat flow-control dan error-control lompatan demi lompatan. Bila diaplikasikan secara keseluruhan maka flow-control dan kontrol kesalahan ujung-ke-ujung merupakan tanggung jawab lapisan yang lebih tinggi
Jadi dengan frame-relay sebuah frame data pemakai tunggal dikirim dari sumber ke tujuan, dan sebuah balasan, yang dibangkitkan oleh lapisan yang lebih tinggi dibawa kembali di dalam frame. Tidak terdapat pertukaran frame-frame data dan balasan lompatan demi lompatan.
Kekurangan utama frame-relay adalah hilangnya kemampuan flow-controldan error-control jalur demi jalur

Kelebihan frame-relay adalah adanya proses komunikasi yang ringan, penundaan lebih rendah dan laju penyelesaian yang lebih tinggi. Frame-relay dapat dipergunakan pada akses dengan kecepetan sampai 2 Mbps.
Ada dua operasi yang terpisah yaitu: taraf kontrol (control plane) yang terlibat dalam penetapan dan penghentian koneksi logic, dan taraf pemakai (user plane) yang bertanggung jawab dalam hal transfer data pemakai diantara pelanggan. Taraf kontrol berada diantara pelanggan dan jaringan sedang taraf pemakai menampilkan fungsi ujung-ke-ujung.


3.      DSL

Digital subscriber line (disingkat DSL) adalah teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan unggah DSL lebih rendah dari unduh versi ADSL dan sama cepat untuk SDSL


3.      Generasi ketiga (3G)

Generasi digital kecepatan tinggi, yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV


4.      Generasi Keempat (4G)

Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Telekomunikasi dan Jaringan Lista Kuspriatni Manajemen dan SIM 2 11 Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G. Kecepatan akses tersebut didapat dengan menggunakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier. Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan. Di negara kita, kita dapat mengikuti secara sederhana perkembangan teknologi ini, mulai dari teknologi 1G berupa telepon analog/PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s (termasuk koneksi pita lebar - broadband connection). Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol. Keunggulan dari teknologi wireless : 1. Biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel) 2. Infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas.


3.      HSDPA

High-Speed Downlink Packet Access atau HSDPA, merupakan salah satu protokol yang memper baiki proses downlink atau penurunan data dari server ke perangkat (unduh), dengan kecepatan mencapai 14.4Mbit/s. Sedangkan proses uplink dalam teknologi HSDPA mencapai 384kbit/s. Dengan kecepatan tersebut, pengguna perangkat bergerak dapat menerima data yang berukuran besar seperti lampiran pada e-mail, persentasi dalam bentuk Power point, atauun dapat membuka halaman web.

Sebagai gambaran, jaringan HSDPA dengan kecepatan 3.6Mbit/s dapat mengunduh data musik yang berukuran sekitar 3 Mb dalam waktu 8,3 detik dan data video yang berukuran 5 Mb dalam waktu 13,9 detik. HSDPA hadir sejak tahun 2006 di Eropa.


Teknologi WAN

TeknologiWAN mendefinisikan koneksi perangkat- perangkat yang terpisah oleh area yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, dan protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN. Teknologi WAN dapat bekerja pada lapisan data link atau gabungan antara lapisan fisik dan data link.


Teknologi WAN menghubungkan perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:

1. Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interface WAN
2. Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video.
3. Modem, yang memberikan layanan interface voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interface layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NT1) yang menginterface layanan Integrated Services Digital Network (ISDN)
4. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link



Teknologi wan memiliki 3 kelas layanan :

1.      Leased Line

Leased Line atau yang disebut sebagai koneksi point to point atau dedicated. Pada koneksi ini tidak membutuhkan proses call setup untuk memulai pengiriman paket/data. Mekanisme pengiriman paket dilakukan secara Synchronousserial.


2.      Circuit Switched

Circuit Switched melakukan koneksi terlebih dulu yaitu membuat call setup agar memulai pengiriman paket, sebagaii contoh PSTNdan ISDN merupakan protocol WAN yang menerapkan kineksi Circuit Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous serial


3.      Packet Switched

Packet Switching berfungsi dapat membagi bandwidth pada setiap pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat memanage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai.Packet Switching merupakan pengembangan dari Leased Line koneksi dan mekanisme koneksi nya secara Synchronous 



Topologi PT Krakatau Steel




















Deskripsi dari topologi PT. Krakatau Steel :

Dari topologi yang kami dapatkan, kami mengelompokkan perangkat-perangkat tersebut manjadi kedalam 3 layer, yaitu core layer, distribution layer, dan access layer.


Di core layer, perangkat yang terdapat di dalam nya adalah :

a.      12 Core Router, Core router yang ini menggunakan produk dari Juniper M-10i yang telah diakui kehandalannya dimana router ini menangani semua link dari setiap provider dan melakukan routing dengan sempurna.

b.      2 Core Switch, karena menawarkan keamanan yang ramah dan memastikan bahwa feature ini juga akan dimaksimalkan untuk wiring, dengan kinerja yang terdapat pada Layer-2 dan Layer-3 serta standarisasi berbasiskan Power-of-Ethernet. Dengan jumlah 68 port per chasiss dan kecepatan 10 GB, standar berbasis otomatis media QoS pengaturan VLAN dapat mengurangi Total Cost of Ownership (TCO).

c.       2 Firewall-Tier2, yang akan mengakses (policy) siapa saja yang berhak mengakses ke dalam ruang Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) yang terdapat di daerah perumahan Alam Sutera Tangerang. Karena sifatnya mudolar, solusi ini memungkinkan untuk menambah keamanan gateway dengan kemampuan Intrussion Detection and Preventive (IDP).



Di dalam distribution layer terdapat perangkat-perangkat seperti berikut :

a.      Router-router yang selain core router. Router yang digunakan disini bermerk Maipu 2600 dan 1700E. Router ini dipilih karena hemat biaya; terdapat routing, keamanan, dan VoIP; expansibility tinggi, menyediakan 2 slot expansi untuk interface WAN dan VoIP; terdapat 2 port Ethernet 100m; mendukung konfigurasi remote login.

b.      Dan 1 buah firewall. Disini kita menggunakan Firewall-Tier1 dimana akses yang diproses adalah untuk dari dalam dan luar jaringan menggunakan software McAfee Firewall Enterprise (Sidewinder) 1000



Di dalam Access Layer Terdapat :

a. Beberapa PC yang berada di belakang router-router selain core router.

5. Spesifikasi dari perangkat-perangkat yang digunakan di PT. Krakatau Steel
No
Nama
Perangkat
Spesifikasi Perangkat
Keterangan
1
Core Router
2 FPC Slots; 8 Gbit/s
Aggregate Full Duplex; 16
Gbit/s Aggregate Half Duplex; Full Duplex Throughtput pes slot 2 built-in 4 Gbps; Redundancy; PICs per chasiss
8; 9 Chassis per Rack
Merk Juniper
M10i
2
Core Switch
Class-leading 10 G Ethernet Port Density-up to 68 Ports per Chassis, High performance-up to 464Gbps switching capacity & 928 Gbps per Switch Cluster
Merk Nortel P
8306
3
Router
1 Console port; 1 RIM2 MIM slot; 1 VoIP slot; 2 FE + 1
Merk Maipu 2600 dan 1700E


Serial Interface; 1 SNA/IP Secjack; High-speed RISC processor; Memory : Default
64Mbyte

4
Firewall-Tier1
Dual Power Supply, RAID 1,
Fiber Interface 4, Copper
Interface (base/max) 8/14 -
GB
McAfee Firewall
Enterprise (Sidewinder) 1000.
5
Firewall-Tier2
Number of Interface Up to 16 mini GBIC up to 10/100/1000, or up to 4 10GE, maximum VPN
Tunnels 10.000
Merk Juniper ISG
2000


Komentar